Sesditjen Minerba Melepas Duta Minerba Goes to Site 2025 Komoditas Batubara
Jakarta, 24 November 2025 — Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PPSDM Geominerba menyelenggarakan Pembekalan dan Pelepasan Duta Minerba Goes to Site 2025 – Komoditas Batubara di Jakarta (24/11).
Duta Minerba Goes to Site 2025 dengan tema "Learning Sustainable Mining Through Good Mining Practices and Communication Empowerment adalah program Ditjen Minerba untuk memperkuat literasi publik terhadap subsektor minerba melalui pelibatan aktif generasi muda. Ditjen Minerba mengirim 112 mahasiswa ke berbagai lokasi tambang komoditi batubara (43 orang) pada 25-28 November 2025 dan komoditi mineral (69 orang) pada 2-5 Desember 2025.
Para mahasiswa akan mengunjungi enam lokasi tambang batubara dan program pengembangan pemberdayaan masyarakat (PPM), yakni PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (Adaro Energy Indonesia), PT Kaltim Prima Coal, PT Berau Coal, PT Bayan Resources, PT Kideco Jaya Agung, serta PT Pesona Katulistiwa.
Sepuluh mahasiswa merupakan pemenang lomba poster ilmiah pada Minerba Convention and Exhibition 2024 dan 2025. Sisanya terpilih dari ratusan mahasiswa yang disaring oleh SRE (Society of Renewable Energy) dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua.
Dalam sambutannya, Sekretaris Ditjen Minerba, Siti Sumilah Rita Susilawati menjelaskan bahwa subsektor mineral dan batubara tengah memasuki periode transformasi digital yang semakin komprehensif. Digitalisasi diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pengawasan, akurasi pelaporan, keselamatan operasional, sekaligus memperkuat transparansi publik.
Rita menegaskan, "Mahasiswa diharapkan dapat berperan sebagai aktor penting dalam memperkuat literasi publik melalui penyampaian informasi yang objektif dan berbasis data".
Pembekalan ini menghadirkan dua narasumber dari PPSDM dan praktisi praktisi komunikasi publik dan digital storytelling. Subkoordinator Sarana dan Prasarana PPSDM Geominerba Basuki Rachmat memaparkan materi mengenai pengelolaan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Materi yang diuraikan antara lain prinsip dasar, penyusunan program yang efektif, tata kelola pelaporan PPM.
"Pemerintah berupaya memastikan manfaat PPM benar-benar dirasakan masyarakat secara berkelanjutan", sambung Basuki.
Sesi tentang komunikasi publik dan digital storytelling disampaikan Ahmad Dekatama Putra Zaman. Pemilik akun @pasmendbased ini sukses mengelola media sosial dengan 127 ribu pengikut. Ahmed membahas dinamika informasi publik di subsektor minerba, tantangan misinformasi yang kerap muncul di ruang digital, serta urgensi penggunaan media digital sebagai sarana edukasi publik yang kredibel.
Peserta ditargetkan akan memperoleh wawasan tentang strategi konten edukatif, pendekatan naratif yang informatif, serta etika komunikasi yang perlu dijaga dalam membangun persepsi publik yang berimbang.
Peserta juga menerima pengarahan teknis terkait pelaksanaan kunjungan lapangan, mencakup pemahaman langsung mengenai penerapan Good Mining Practice (GMP), manajemen keselamatan dan lingkungan, proses reklamasi, serta implementasi PPM di wilayah operasi perusahaan pertambangan batubara.
Dengan kombinasi pembekalan materi dan pengalaman lapangan, peserta diharapkan mampu memahami secara langsung kompleksitas operasional pertambangan, dampak sosialnya, serta praktik keberlanjutan yang diterapkan di industri. Melalui pengalaman ini, para duta diharapkan dapat menyampaikan narasi pertambangan secara lebih akurat, konstruktif, dan berimbang, sehingga turut mendukung tata kelola pertambangan yang lebih transparan dan berkelanjutan di Indonesia.
Pada tanggal 20-21 November 2025 seluruh peserta juga mendapat pembekalan secara daring tentang Digital Content & Visual Storytelling for Sustainability dan Sosiacl Media Strategy & Ethical Communication. Output pelatihan ini berupa ide konten, key message, story outline untuk konten reels/carousel, storyboard konten edukatif berbasis data minerba, publishing plan, serta mpanye kolaboratif pasca kunjungan. (FM/ER)
sumber: Humas Minerba