PELAKSANAAN 11TH JOINT WORKING GROUP MEETING ON ASEAN MINERAL COOPERATION AND ITS ASSOCIATED MEETINGS DORONG UPAYA PENGUATAN HILIRISASI MINERAL DI ASEAN

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
REPUBLIK INDONESIA
SIARAN PERS
NOMOR: 2./KM.01/DJB.S/2024
Tanggal: 30 April 2024

Pelaksanaan 11th Joint Working Group Meeting on ASEAN Mineral Cooperation and Its Associated Meetings Dorong Upaya Penguatan Hilirisasi Mineral di ASEAN


Rangkaian Pertemuan 11th Joint Working Group Meeting on ASEAN Mineral Cooperation and Its Associated Meetings (11th JWG) tengah berlangsung sejak tanggal 29 April sampai dengan 3 Mei 2024 di Kuta, Bali. 

Dalam sambutanya, Plt. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, Bambang Suswantono sebagai ASEAN Senior Official Meeting on Mineral (ASOMM) Leader Indonesia menekankan perlunya penguatan komitmen oleh ASEAN Member States (AMS) untuk mendorong kerjasama mineral di regional ASEAN menjadi lebih strategis sebagai upaya untuk menjadikan ASEAN pusat hilirisasi mineral. 

“Struktur organisasi yang efektif dan efisien dalam ASOMM perlu mengedepankan partisipasi dan keterlibatan perwakilan AMS pada setiap pertemuan,” tegas Bambang dalam pembukaan kegiatan ini. 

Selanjutnya, pertemuan diharapkan dapat menyepakati penyusunan ASEAN Mineral Cooperation Action Plan (AMCAP) ke IV agar lebih mengutamakan kegiatan-kegiatan konkret dan terukur. Kegiatan mendatang yang penting antara lain adalah penyelesaian project ASEAN Mineral Information System (AMIS), untuk mendukung penyediaan informasi dalam mendorong negara ASEAN sebagai destinasi investasi sektor mineral. Indonesia pada kesempatan ini mendorong peningkatan porsi pemanfaatan ASEAN Mineral Trust Fund (AMTF) sebagai solusi pembiayaan project yang implementasinya saat ini tertunda. Peningkatan porsi pemanfaatan AMTF tersebut berpeluang untuk mendanai lebih banyak lagi kegiatan kerjasama yang bermanfaat. 

AMS juga membahas mengenai evaluasi penyelenggaraan pertemuan ASEAN Ministerial Meeting on Mineral (AMMin) yang saat ini diselenggarakan setiap dua tahun. Sekretariat ASEAN ditugaskan untuk mengkonsolidasikan posisi AMS terhadap opsi-opsi penyelenggaraan AMMin ke depan termasuk opsi penyelenggaraan secara daring untuk meningkatkan tingkat kehadiran Menteri.

Pertemuan ini dihadiri oleh seluruh AMS kecuali Vietnam dan juga beberapa Dialogue Partner dan Organisasi Internasional, seperti IGF, UN ESCAP, CCOP, KIGAM dan USAID. Keterlibatan Organisasi Internasional dalam JWG diharapkan dapat berkontribusi dalam implementasi kegiatan-kegiatan di dalam AMCAP sesuai dengan kapasitas dan kapabilitas dari para mitra. Ini merupakan kali pertama USAID terlibat dalam JWG dimana AMS sepakat untuk melibatkan USAID dalam penyusunan ASEAN Mining Vision bersama dengan Dialogue Partner lainnya.

Rangkaian pertemuan ini diawali dengan ASEAN-IGF Workshop on Formalization of Artisanal and Small Scale Mining dan dilanjutkan dengan Joint Working Group on ASEAN Mineral Cooperation, ASEAN Mineral Cooperation Action Plan (AMCAP) Task Force Meeting, Working Group on Trade and Investment in Mineral (WGTIM), Working Group on Capacity Building on Mineral (WGCBM), Working Group on Sustainable Mineral Development (WGSMD) dan Working Group on Mineral Information and Database  (WGMID) kemudian diakhiri dengan Project Steering Committee (PSC) Meeting of the ASEAN-CCOP-KIGAM Critical Minerals Management and Strategy for Sustainable Environment in ASEAN.

Indonesia akan kembali menjadi tuan rumah pada pertemuan tingkat pejabat senior atau ASOMM pada akhir tahun 2024 di Bali, bersamaan dengan pelaksanaan ASEAN Mineral Business Forum sebagai upaya mewujudkan kawasan ASEAN menjadi destinasi investasi sektor mineral.


sumber: HumasMinerba