Pegadaian Emas Dominasi Transaksi

Evaluasi Pegadaian
Emas Dominasi Transaksi

Banjarmasin, BPost Jumat, 30 Desember 2005 02:42:48

Hal itu diungkapkan Arif Harijanto, Asisten Manajer Humas dan Hukum Kantor Wilayah Perum Pegadaian Balikpapan, yang membawahi seluruh wilayah Kalimantan, Kamis (29/12).

Ia mengatakan, pencapaian tertinggi terjadi selama November. Dari seluruh Kalimantan, Kalimantan Timur menduduki peringkat pertama dalam hal pertumbuhan omzet tahunan sebesar 44 persen. Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah sama-sama 34 persen. dan Sedangkan Kalbar menduduki peringkat terakhir dengan pertumbuhan 33 persen.

"Target penyaluran Kredit Cepat Aman (KCA) kita untuk 2005, Rp935 miliar. Tapi sampai dengan akhir November lalu disalurkan Rp955 miliar. Pertumbuhan tertinggi yang biasanya terjadi di pertengahan tahun, tapi kali ini terjadi November sebesar Rp99 miliar," paparnya.

Menurut Arif, pertumbuhan tersebut tidak luput dari adanya kebijakan penaikan harga BBM oleh pemerintah pada Oktober lalu yang mengurangi kemampuan membeli dan membayar masyarakat secara drastis. Tak heran jika untuk mendapatkan dana segar secara cepat dan mudah mereka memilih menggunakan jasa pegadaian.

"Memang dampak Oktober (kenaikan BBM) baru terasa oleh kita di November, menyebabkan permintaan kredit bertambah. Dan dengan kondisi seperti itu, kita perkirakan akhir Desember nanti bisa mencapai Rp100 miliar," imbuhnya.

Dengan asumsi tingkat penyaluran dana sejumlah itu, ia memprediksikan sepanjang 2005 total dana tersalur di wilayah Kalimantan berjumlah Rp1,05 triliun. Jumlah tersebut naik sekitar 34 persen dari dana tersalur pada 2004 yang hanya sekitar Rp730 miliar, atau di atas rata-rata dari pertumbuhan pegadaian secara nasional yang hanya 20 persen.

Dijelaskannya, jaminan yang masih menjadi primadona para pemohon adalah jenis emas dan perhiasan sekitar 93,7 persen. Disusul kendaraan dan mobil sekitar 5 persen, elektronik 1 persen dan sisanya lain-lain.

"Tahun ini kita juga salurkan dana untuk kredit pengusaha kecil atau Kreasi, sebesar Rp40 miliar. Dan dari total nasabah kita untuk produk itu ternyata 30 persennya ada di Kalsel. Hal itu menunjukkan tingginya minat masyarakat Kalsel menggunakan jasa pegadaian untuk menambah modal usaha," ujarnya.

Ia memprediksikan 2006, jumlah nasabah pegadaian akan terus bertambah. Hal itu disebabkan masih belum menentunya kondisi perekonomian di Indonesia termasuk di kawasan Borneo. m4

Selama 2005 merupakan tahun keberuntungan bagi Perum Pegadaian. Di saat berbagai sektor usaha seperti industri, pertanian, perdagangan, pertambangan dan perhotelan menurun, omzet lembaga keuangan ini mampu melebihi target.

sumber: