Investor antusias akumulasi saham pertambangan
Bisnis, 30 Desember 2004
Sepanjang periode transaksi 16 sampai 23 Desember lalu situasi perdagangan cukup bergairah dan sebagian besar saham dibayangi animo beli. Minat investor sangat tinggi menyusul performa saham pertambangan yang atraktif dan berpotensi gain.
Di sisi lain, tindakan pemodal juga merupakan antisipasi terhadap aksi window dressing di akhir tahun maupun momentum January Effect yang mendongkrak harga saham unggulan.
Maraknya aksi perburuan terhadap saham pertambangan ikut mendorong penguatan indeks sektoral 3,19% atau 15,16 poin ke level 489,592. Dari 11 saham yang diperdagangkan di BEJ sebanyak delapan saham gain, satu saham loss dan selebihnya stagnan.
Sementara total saham sektoral yang dipindahtangankan mencapai 736,992 juta lembar senilai Rp 1,117 triliun. Pelaku pasar aktif memborong saham pertambangan kendati kursnya sudah naik tinggi.
Hal ini diiringi keyakinan investor indeks akan menembus level 1000 sehingga memicu pembelian saham yang masih berpotensi menguat.
Perusahaan Gas Negara membukukan transaksi tertinggi atau mencapai Rp654,851 miliar dengan volume 367,188 juta lembar. Derasnya aksi beli membuat posisi PGN ditutup ke level lebih tinggi di Rp1.850 setelah menguat 13,85%.
Apresiasi yang cukup signifikan tersebut tidak terlepas dari kebijakan pemerintah menaikkan harga gas elpiji sebesar 40% yang diyakini akan meningkatkan kinerja perusahaan. Sementara rencana emiten membagikan deviden interim sebesar Rp1,71 per saham turut menciptakan antusiasme beli investor.
Tak kalah marak aktivitas sejumlah saham lainnya seperti Tambang Batubara membukukan transaksi Rp98,655 miliar, disusul Bumi Resources Rp88,263 miliar, Medco Energi Corporation Rp72,099 miliar, Aneka Tambang Rp72,449 miliar, Inco Rp59,318 miliar dan seterusnya.
Isu fundamental maupun aksi korporasi penting membuat saham pertambangan diperhitungkan pelaku pasar baik untuk investasi jangka pendek maupun jangka panjang.
sumber: